
Dengan terus berkembangnya industrialisasi, label berperekat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Dalam proses produksi label berperekat, pencetakan adalah bagian terpenting. Dalam produksi label berperekat, metode pencetakan yang umum digunakan termasuk pencetakan relief, pencetakan gravure, pencetakan offset, pencetakan fleksibel, dan sablon. Kelima metode pencetakan ini memiliki karakteristik dan cakupan penerapannya masing-masing, dan kami akan memperkenalkannya satu per satu di bawah ini.
1. Percetakan Bantuan
Pencetakan relief adalah salah satu metode pencetakan yang paling umum digunakan pada label berperekat. Ini adalah metode pencetakan yang menerapkan tinta pada gambar dan teks yang timbul pada pelat cetak, dan kemudian mencetak tinta ke objek yang dicetak. . Mesin cetak adalah pelat cetak timbul, biasanya terbuat dari bahan khusus seperti karet, nilon, atau bahan polimer. Bahannya dilapisi dengan photoresist dan terkena sinar ultraviolet untuk menghasilkan gambar yang terangkat.
Selama proses pencetakan, mesin cetak dipasang pada mesin cetak, tinta diterapkan pada mesin cetak, lalu ditekan pada objek yang akan dicetak. Tekanan silinder mesin cetak menyebabkan tinta terjepit pada bahan cetakan, membentuk gambar atau teks yang timbul. Keunggulan cetakan relief print adalah lapisan cetakannya yang tebal, warnanya cerah, dan memiliki tekstur. Sangat cocok untuk mencetak label yang perlu menonjolkan karakteristik merek dan efek visual, seperti label merek dagang, label LOGO, dll..
Pencetakan relief cocok untuk berbagai bahan untuk pencetakan label berperekat, termasuk kertas, film poliester, film polipropilen, dll.. Selain itu, pencetakan letterpress juga bisa menggunakan tinta yang berbeda-beda, seperti tinta berbahan dasar air, tinta berbasis pelarut, tinta UV, dll., untuk memenuhi kebutuhan pencetakan yang berbeda. Singkatnya, embossing adalah metode pencetakan berkualitas tinggi, cocok untuk mencetak label berperekat yang perlu menekankan efek visual dan citra merek.
2. Pencetakan gravure
Berbeda dengan pencetakan relief, pencetakan gravure mencapai pencetakan dengan memasukkan pola ke pelat cetak, mengoleskan tinta ke area yang tersembunyi, lalu memindahkan tinta ke objek yang akan dicetak. Intaglio biasanya terbuat dari bahan sejenis logam seperti tembaga, seng, aluminium, dll..
Dalam proses pencetakan gravure, tinta diaplikasikan pada pelat cetak, dan alat yang disebut gulungan pelat digunakan untuk memasukkan tinta ke dalam pola dan teks yang tersembunyi. Media kemudian ditempatkan di bawah roller bertekanan dan tinta dipindahkan ke media. Karena pola dan teks intaglionya cekung, tinta hanya akan disimpan di area ini, menciptakan rasa kedalaman dan tekstur.
Kelebihan gravure print adalah pola dan karakternya jelas dan jelas, dan akurasi pencetakannya tinggi, yang cocok untuk mencetak font dan garis kecil. Pencetakan gravure juga bisa menggunakan berbagai macam tinta, seperti tinta berbahan dasar air, tinta berbasis pelarut, tinta UV, dll., untuk memenuhi kebutuhan pencetakan yang berbeda. Selain itu, kecepatan pencetakan pencetakan gravure relatif cepat, efisiensi produksinya tinggi, dan label berperekat berkualitas tinggi dapat diproduksi dalam jumlah besar.
Pendeknya, pencetakan gravure adalah metode pencetakan yang efisien dan presisi tinggi, cocok untuk mencetak label berperekat yang membutuhkan pola dan teks yang jelas dan detail.
3. Pencetakan offset
Dalam proses pencetakan offset, pola dan karakter dicetak pada pelat cetak datar, dan kemudian tinta dipindahkan ke objek cetakan dengan roller pelat cetak selimut. Pencetakan offset dapat menggunakan berbagai jenis tinta yang berbeda, seperti tinta berbahan dasar air, tinta berbasis pelarut, tinta UV, dll..
Langkah kunci dalam pencetakan offset adalah produksi pelat cetak. Pertama, pola dan teks perlu digambar pada film tipis dari bahan mirip polimer, yang kemudian dipindahkan ke pelat cetak datar. Pelat cetak biasanya terbuat dari aluminium, tapi bisa juga bahan serupa lainnya.
Selama proses pencetakan, tinta diaplikasikan pada pelat cetak, dan alat yang disebut roller pelat digunakan untuk memeras tinta ke pola dan teks. Media kemudian ditempatkan di bawah roller bertekanan dan tinta dipindahkan ke media. Karena pelat cetaknya rata, efek pencetakan biasanya halus dan tidak menghasilkan efek timbul atau tertekan.
Keunggulan percetakan offset adalah kecepatan pencetakan yang cepat dan efisiensi produksi yang tinggi, dan cocok untuk mencetak label berperekat dalam jumlah banyak. Selain itu, pencetakan offset dapat menggunakan berbagai tinta dan pigmen untuk memenuhi kebutuhan pencetakan yang berbeda, dan dapat mencetak pola dan karakter berkualitas tinggi.
Untuk menyimpulkan, pencetakan offset adalah metode pencetakan label berperekat yang cepat dan efisien, yang sering digunakan untuk mencetak volume besar, label berwarna-warni, seperti label pada minuman dan produk elektronik.
4. Pencetakan flexografis
Pencetakan Flexo adalah teknologi pencetakan berkecepatan tinggi dan cara pencetakan label berperekat. Pencetakan Flexo menggunakan proses pencetakan yang mirip dengan pencetakan offset, tetapi menggunakan pelat cetak flexografik, bukan pelat cetak litograf kaku. Pencetakan Flexo biasanya menggunakan bahan yang dapat diperluas seperti poliester atau poliamida, yang bisa ditekuk, dipelintir dan diregangkan untuk mengakomodasi permukaan dan bentuk pencetakan yang berbeda.
Pelat cetak flexo printing relatif lembut, Yang dapat lebih beradaptasi dengan permukaan dan bentuk yang berbeda, seperti tas percetakan, pipa, botol, dll.. Tinta untuk pencetakan flexo biasanya lebih tebal untuk memberikan cakupan yang merata pada permukaan yang berbeda. Dalam proses pencetakan flexographic, tinta diaplikasikan pada pelat cetak flexographic dan kemudian dipindahkan ke objek yang akan dicetak dengan roller pelat cetak.
Keunggulan pencetakan flexo adalah efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah, dan cocok untuk mencetak label berperekat dalam jumlah banyak. Flexo juga dapat mencetak pada berbagai bahan seperti logam, kertas, polimer dan pita. Pencetakan Flexo biasanya memerlukan lebih sedikit pekerjaan pra-pembuatan pelat dan dapat menyelesaikan banyak pekerjaan pencetakan dalam waktu singkat.
Namun, pencetakan flexo juga memiliki kekurangan, seperti ketidakmampuan untuk mencetak gambar dan teks resolusi tinggi, dan kualitas pencetakan mungkin dipengaruhi oleh rol pelat dan tinta. Selain itu, karena tintanya lebih padat, waktu pengeringan pencetakan lebih lama, yang dapat mempengaruhi efisiensi produksi.
Meskipun kualitas pencetakan pencetakan flexo mungkin dipengaruhi oleh pelat dan tinta flexographic, pencetakan flexo adalah metode pencetakan yang efisien dan ekonomis untuk pencetakan label berperekat dalam jumlah besar.
5. Sablon
Prinsip dasar sablon adalah mengaplikasikan tinta pada layar, lalu letakkan layar pada permukaan benda cetakan. Tinta dipindahkan ke permukaan benda yang dicetak melalui kisi-kisi layar untuk membentuk gambar atau teks. Dibandingkan dengan metode pencetakan label berperekat lainnya, sablon memiliki banyak keunggulan, seperti berbagai jenis tinta dapat digunakan, kecepatan pencetakan cepat, dan dapat dicetak pada berbagai bahan.
Sablon memiliki beragam aplikasi dan dapat digunakan untuk mencetak label berperekat, kaca, keramik, kertas, kayu dan bahan lainnya. Teknologi sablon juga banyak digunakan dalam pembuatan label berperekat, terutama untuk label yang tidak memerlukan ketelitian pencetakan yang tinggi. Sablon juga dapat mencapai pencetakan satu warna dan multi-warna, namun resolusi pencetakannya relatif rendah, yang tidak cocok untuk mencetak gambar dan teks definisi tinggi.
Kerugian utama dari sablon adalah tidak dapat mencapai pencetakan gambar dan teks dengan presisi tinggi, dan biaya pembuatan serta penggantian layar relatif tinggi, dan juga membutuhkan waktu dan beban kerja tambahan saat mencetak. Namun, sablon memiliki keunggulan kecepatan cetak yang cepat dan biaya cetak yang rendah, dan cocok untuk volume besar, kebutuhan pencetakan label berperekat presisi rendah.
Sablon memiliki keunggulan kecepatan cetak yang cepat, biaya rendah dan cocok untuk berbagai bahan. Walaupun sablon tidak bisa mencetak gambar dan teks dengan resolusi tinggi, ini masih merupakan teknologi penting dalam pencetakan label berperekat.
Umumnya, metode pencetakan label berperekat terutama mencakup lima jenis: pencetakan surat, pencetakan gravure, pencetakan offset, pencetakan fleksibel, dan sablon. Setiap metode pencetakan memiliki prinsip dan karakteristik pencetakan yang unik, yang dapat memenuhi persyaratan pencetakan kebutuhan yang berbeda. Misalnya, embossing dapat mencapai presisi tinggi, efek pencetakan berkualitas tinggi, sedangkan pencetakan offset dapat mencapai pencetakan multi-warna dan pencetakan berkecepatan tinggi.
Saat memilih metode pencetakan label berperekat, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti persyaratan pencetakan, bahan percetakan, volume pencetakan, biaya pencetakan, dll.. Karena itu, saat memilih metode pencetakan, perlu menganalisis dan membandingkan kelebihan dan kekurangan berbagai metode pencetakan dengan cermat untuk memilih metode pencetakan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.


